Aqiqah adalah ibadah sunnah yang dianjurkan sebagai bentuk syukur atas kelahiran buah hati. Meski hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), tentu kita ingin ibadah aqiqah yang dilakukan sah dan diterima oleh Allah SWT. Jangan sampai karena kurang memahami aturannya, aqiqah yang sudah diniatkan sebagai kebaikan justru tidak sesuai syariat.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan agar aqiqah tidak menjadi tidak sah:
1. Hewan tidak memenuhi syarat
Hewan aqiqah harus berupa kambing atau domba yang sehat, tidak cacat, dan cukup umur. Jika hewan sakit, kurus parah, atau memiliki cacat yang jelas, maka tidak sah untuk aqiqah.
2. Jumlah hewan tidak sesuai ketentuan
Untuk anak laki-laki dianjurkan dua ekor kambing, sedangkan anak perempuan satu ekor kambing. Jika tidak mampu dua ekor untuk laki-laki, satu ekor tetap diperbolehkan. Namun jangan sampai keliru niat atau asal menyembelih tanpa memperhatikan ketentuan.
3. Tidak diniatkan sebagai aqiqah
Niat adalah hal penting dalam ibadah. Penyembelihan harus diniatkan sebagai aqiqah, bukan sekadar menyembelih kambing biasa.
4. Penyembelihan tidak sesuai syariat
Proses penyembelihan harus sesuai dengan aturan Islam, dilakukan oleh muslim yang memahami tata cara penyembelihan yang benar.
5. Dilakukan bukan karena Allah
Jika aqiqah dilakukan hanya untuk gengsi, tradisi semata, atau sekadar pesta tanpa niat ibadah, maka nilai pahalanya bisa hilang. Padahal inti aqiqah adalah bentuk syukur kepada Allah.
Ayah Bunda, mari luruskan niat dan pastikan aqiqah dilakukan sesuai tuntunan. Tidak perlu berlebihan atau memaksakan diri. Yang terpenting adalah keikhlasan dan kesesuaian dengan syariat. Semoga aqiqah yang kita lakukan menjadi sebab turunnya keberkahan bagi anak dan keluarga, serta menjadi amal kebaikan yang dicatat di sisi Allah SWT. Aamiin.
Penulis: Indra Rizki
Info Pemesanan Aqiqah Al Hilal:
CS WA Gegerkalong, Cilame 0812 2242 9223
CS WA Cibiru dan Jalan Golf 0877 0034 7724
CS WA Luar Bandung 0811 2233 1008
Aqiqah Al Hilal, Dobel Pahalanya Soleh Anaknya
