Dalam Islam, rumah tangga bukan hanya penyatuan dua hati, tetapi sebuah amanah dan ibadah yang dapat menjadi jembatan menuju surga. Di dalamnya tumbuh iman, ketenangan, kasih sayang, dan perjuangan bersama.
Allah ﷻ berfirman: “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa cinta dan kasih sayang.” (QS. Ar-Rum: 21)

Ayat ini menjadi fondasi bahwa rumah tangga Islami dibangun dengan sakinah (ketenangan), mawaddah (cinta), dan rahmah (kasih sayang). Namun, untuk mencapainya tidak cukup hanya dengan cinta — perlu komitmen, komunikasi, dan kesabaran.
1. Luruskan Niat Sejak Awal
Pernikahan bukan sekadar menghindari zina, memenuhi kebutuhan, atau mengejar kebahagiaan duniawi. Niatkan menikah untuk beribadah dan mengharap ridha Allah. Ketika niatnya benar, masalah terasa lebih ringan karena tujuan akhirnya adalah akhirat.
2. Menjalankan Peran Sesuai Tuntunan Syariat
Suami adalah pemimpin yang membimbing keluarganya menuju kebaikan. Rasulullah ﷺ bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.”(HR. Bukhari & Muslim)
Sementara istri adalah penjaga amanah rumah tangga, kehormatan, dan anak-anak. Keduanya saling membutuhkan, bukan saling mengalahkan.
3. Adaptif dan Bijak Menghadapi Zaman
Di era digital, tantangan rumah tangga bukan hanya persoalan ekonomi atau komunikasi langsung, tapi juga:
- godaan media sosial,
- gaya hidup konsumtif,
- ekspektasi yang dibentuk oleh konten,
- dan kurangnya waktu berkualitas bersama.
Keluarga yang Islami bukan harus anti hal-hal yang modern, tetapi pandai menempatkan dunia di tangan, bukan di hati—dan menjadikan teknologi sebagai alat, bukan sumber konflik.
4. Rumah Tangga yang Diberkahi
Rumah yang dirindukan surga bukan yang paling luas, paling mahal, atau paling trendi. Tapi yang paling taat, paling banyak doa, dan paling sering menyebut nama Allah dalam menyelesaikan masalah. Tak lupa untuk saling mengingatkan dalam kebaikan.
Bukan yang tanpa ujian, tapi yang kembali kepada Allah dalam setiap ujian. Semoga Allah menjadikan rumah tangga kita sakinah, mawaddah, wa rahmah, diberkahi di dunia, dan dikumpulkan kembali di surga-Nya kelak. Aamiin.
Penulis: Indra Rizki
